MotoGP AS Menyuguhkan tontonan luar biasa dari persaingan Valentino Rossi dan Casey Stoner. Saking spektakulernya, duo rider tersebut seperti tidak berada di bumi lagi.
Senin (21/7/2008) dinihari WIB, Sirkuit Laguna Seca menjadi ajang unjuk gigi dua pembalap terbaik di MotoGP saat ini. Meski Rossi kemudian mengukuhkan diri menjadi pemenang, perlawanan yang diberikan Stoner menghasilkan balapan terseru sepanjang musim ini.
Stoner yang memulai balapan dari posisi terdepan tak mampu mempertahankan keuntungan tersebut karena sudah disusul Rossi bahkan sebelum lap pertama selesai. Keduanya kemudian terlibat persaingan ekstra sengit hampir disepanjang lomba.
Berkali-kali kedua pembalap itu saling susul, Desmosedici GP8 dan Yamaha YZR-M1 pun kerap bertarung wheel to wheel menciptakan adegan menegangkan. Setelah mampu menciptakan selisih waktu enam detik hanya dalam beberapa lap, selisih kedua pemba! lap itu dengan rider lainnya terus menjauh hingga mencapai 11 detik lebih di lap 12.
Ketegangan memuncak sekaligus berakhir di delapan lap menjelang akhir, saat Stoner gagal menguasai kendaraannya yang berjalan di gravel dan kemudian terjatuh akibat terjebak gravel yang cukup dalam. Setelah itu laju Rossi menuju kemenangan pertamanya di Laguna Seca tak terhalang lagi.
"Dua pembalap di posisi terdepan berada di dunia yang berbeda. Mereka melepaskan diri (dari pembalap lain) dengan sangat cepat," ungkap Chris Vermeulen menanggapi aksi-aksi kedua pembalap seperti diberitakan Autosport.
Vermeulen sendiri sesungguhnya meraih hasil yang sangat memuaskan. Memulai balapan dari posisi delapan, Vermeulen menuntaskan MotoGP AS di podium ketiga, sebuah hasil yang menjadi ulangan sukses di Jerman pekan lalu.
"Sulit memulai balapan dari dari baris ketiga dan saya harus melewati pembalap-pembalap yang bagus, tapi saya pikir bis! a kembali berada di podium dalam kondisi (lintasan kering) mem! buktikan kalau Suzuki terus berkembang dan motornya semakin kencang," pungkas pembalap Australia itu.
Senin (21/7/2008) dinihari WIB, Sirkuit Laguna Seca menjadi ajang unjuk gigi dua pembalap terbaik di MotoGP saat ini. Meski Rossi kemudian mengukuhkan diri menjadi pemenang, perlawanan yang diberikan Stoner menghasilkan balapan terseru sepanjang musim ini.
Stoner yang memulai balapan dari posisi terdepan tak mampu mempertahankan keuntungan tersebut karena sudah disusul Rossi bahkan sebelum lap pertama selesai. Keduanya kemudian terlibat persaingan ekstra sengit hampir disepanjang lomba.
Berkali-kali kedua pembalap itu saling susul, Desmosedici GP8 dan Yamaha YZR-M1 pun kerap bertarung wheel to wheel menciptakan adegan menegangkan. Setelah mampu menciptakan selisih waktu enam detik hanya dalam beberapa lap, selisih kedua pemba! lap itu dengan rider lainnya terus menjauh hingga mencapai 11 detik lebih di lap 12.
Ketegangan memuncak sekaligus berakhir di delapan lap menjelang akhir, saat Stoner gagal menguasai kendaraannya yang berjalan di gravel dan kemudian terjatuh akibat terjebak gravel yang cukup dalam. Setelah itu laju Rossi menuju kemenangan pertamanya di Laguna Seca tak terhalang lagi.
"Dua pembalap di posisi terdepan berada di dunia yang berbeda. Mereka melepaskan diri (dari pembalap lain) dengan sangat cepat," ungkap Chris Vermeulen menanggapi aksi-aksi kedua pembalap seperti diberitakan Autosport.
Vermeulen sendiri sesungguhnya meraih hasil yang sangat memuaskan. Memulai balapan dari posisi delapan, Vermeulen menuntaskan MotoGP AS di podium ketiga, sebuah hasil yang menjadi ulangan sukses di Jerman pekan lalu.
"Sulit memulai balapan dari dari baris ketiga dan saya harus melewati pembalap-pembalap yang bagus, tapi saya pikir bis! a kembali berada di podium dalam kondisi (lintasan kering) mem! buktikan kalau Suzuki terus berkembang dan motornya semakin kencang," pungkas pembalap Australia itu.